Pungutan Rp 200 Tak Ampuh Kurangi Konsumsi Kantong Plastik
- Jul 25, 2017
- 3 min read
Program diet kantong plastik hampir sebulan berjalan | Tas Promosi

Ia mengatakan dari 222 responden, sebanyak 83 responden masih menggunakan rata-rata kantong plastik ketika berbelanja sebanyak kurang dari tiga kantong. Sebanyak 29 responden menggunakan tiga-empat lembar kantong dan lebih dari empat kantong pada tujuh responden.Sementara konsumen yang tidak menggunakan kantong plastik atau membawa tas belanja sendiri mencapai 103 responden atau 46,4 persen."Tapi dari total 103 responden yang tidak menggunakan plastik, 40 orang diantaranya menyatakan tetap pakai kantong plastik selama belum ada kantong plastik belanja alternatif dan harga kantong plastik lebih masih terjangkau," tutur Natalya.
Dilihat dari alasan konsumen tetap membeli kantong plastik, sambungnya, pertama karena tidak membawa kantong belanja sendiri sebanyak 83 orang. Alasan kedua, belanjaan terlalu banyak dengan 18 responden.Ketiga, 12 responden lain mengaku tidak ada kantong belanja alternatif, keempat, harga kantong plastik masih terjangkau sebanyak 43 responden dan terakhir, karena praktis sebanyak tiga responden."Dari 222 responden, 159 orang memberkan alasan tetap pakai kantong plastik dan 63 orang lain tidak menggunakannya," katanya.
Program diet kantong plastik hampir sebulan berjalan. Namun penggunaan kantong plastik masih marak di toko-toko modern di Jakarta. Hal tersebut terungkap dalam survei dengan tajuk "Efektivitas Uji Coba Kantong Plastik Berbayar" yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Dalam survei tersebut juga ditarik kesimpulan bahwa penyebab belum turunnya konsumsi kantong plastik karena berbagai alasan. Mulai dari harga yang terlalu murah Rp 200 per lembar sampai kantong alternatif yang kemahalan.Survei tersebut melibatkan 222 responden dengan sampel penelitian 15 nama retail modern dari 25 retail yang berlokasi di DKI Jakarta. Terdiri atas kategori 11 minimarket, supermarket, dan hypermarket, serta enam departement store.
Peneliti YLKI Natalya Kurniawati menjelaskan terjadinya penurunan jumlah konsumsi kantong plastik pada konsumen sebesar 64 persen dari 16 retail. Sementara yang menjawab tidak ada penurunan sebanyak sembilan retail atau 36 persen."Penurunan jumlah transaksi pembelian kantong plastik di satu retail atau 4 persen. Yang menyatakan tidak ada 13 retail atau 52 persen dan tidak tahu 11 retail atau 44 persen. Tapi itu kan klaim si kasir," ujar Natalya di Jakarta, Rabu (13/4/2016).Dari pengamatan jumlah transaksi selama 10 menit pada kasir, diperoleh transaksi tertinggi selama 10 menit adalah 21 transaksi dengan 10 konsumen di antaranya masih menggunakan kantong plastik.
Manajemen Carrefour TSM Dukung Aturan Beli Kantong Kresek | Tas Promosi
Kata dia, sebaliknya pihak Carrefour sudah menawarkan alternatif berupa green bag atau tas belanja bukan dari bahan kantong kresek."Carrefour sendiri sebenarnya sudah mulai sejak tahun 2000 menyosialisasikan pemakaian green bag untuk customer kita, tetapi belum memberlakukan aturan beli kantong plastik. Jadi dari dulu customer kami berikan pilihan mau pakai plastik atau bisa pakai bag yang dibawa sendiri atau pun bisa beli green bag yang tersedia di toko," katanya.
Manajemen PT Trans Ritel Indonesia (Carrefour) mengaminkan rencana pemerintah menerapkan aturan kantong kresek berbayar.Store Manager Carrefour Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Lenny C Fransisca, Rabu (17/2/2016), menjelaskan, langkah ini perlu didukung karena berhubungan dengan pelestarian alam."Kami sepakat kalau masyarakat dibebankan membeli kantong karena tujuannya mengurangi sampah plastik," katanya dihubungi via telefon.
Panitia Kurban Diimbau Tak Gunakan Kantong Plastik | Tas Promosi
Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau mengingatkan kepada para panitia kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik berwarna hitam dalam pendistribusian daging kurban. Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Provinsi Riau, Askardiya R Patrianov kepada Tribun, Kamis (1/9/2016) menjelaskan bahan kantong pelstik berwarna hitam mengandung residu kimia yang cukup tinggi dikhawatirkan mencemari daging.
"Kita menyarankan jangan menggunakan plastik kresek berwarna hitam karena memang residunya terlalu besar. Ketika daging masuk ke kantong plastik berwarna hitam tersebut akan menyerap residu itu. Lebih baik menggunakan kantong kresek berwarna putih," katanya.

Comments