Olahan Sampah Plastik Iyom Banyak Dibeli Turis Asing
- Jul 19, 2017
- 4 min read
KREASI dengan bahan baku daur ulang sampah plastik | Spunbond Printing

Omzet Iyom memang tidak bisa disebut besar, rata-rata antara Rp 500.000 hingga Rp 750.000 per bulan. "Itu cukup untuk nambah-nambah," katanya.Sebenarnya, omzet itu bisa dikatakan sebagai keuntungan bersih Iyom untuk karya olahan sampah plastiknya. Toh, Iyom nyaris tidak mengeluarkan uang untuk mendapatkan bahan baku. Warga dari sepuluh RT di RW-nya menyumbangkan sampah-sampah plastik itu secara gratis. "Daripada mereka buang sampah itu lebih baik dibawa ke rumah saya. Modal saya hanya tenaga dan ketekunan," ujar Iyom.Ia harus merapikan guntingan plastik sasetan itu, lalu mencuci dan mengeringkan plastik-plastik dengan kain lap. Selanjutnya, Iyom melipat plastik itu satu persatu kemudian mengayam lipatan-lipatan itu menjadi dompet dan tas.Demi membuat sebuah dompet, ia membutuhkan sekitar 60 plastik sasetan bekas.
Sebuah tas anyaman terbuat dari 350 plastik sasetan bekas. Iyom membutuhkan waktu tiga hari untuk menuntaskan tas anyaman itu. Demikian pula pengerjaan tas rajutan dari kantong kresek.Iyom menjual sebuah dompet Rp 5.000 dan tas anyaman dengan harga 75.000 hingga Rp 150.000. Pelanggan utamanya adalah Universitas Islam Bandung (Unisba) yang setiap tahun membeli hingga 500 buah tas. Selain itu, pembelian eceran.Omzet Iyom dari pengolahan sampah itu memang terbilang tidak banyak tetapi kreasi tak selalu diukur dari banyaknya rupiah. Iyom sering diundang memberikan pelatihan di berbagai tempat di nusantara atau menjadi narasumber hampir di kampus-kampus ternama di Bandung.Pada 2009, misalnya, United States Agency for International Development (USAID) mengajaknya memberi pelatihan pengolahan sampah plastik di Melauboh (Aceh).
Para peserta pelatihan itu sebagian besar adalah korban tsunami di Aceh pada 2005.Setelah itu Iyom terbang ke Ambon, dan Bangka pada tahun yang sama. Tiga tahun kemudian, dia memberi pelatihan di Kalimantan meski perusahaan yang meminta bantuannya berbeda. Satu tahun sebelumnya, ia dipercaya mendampingi 20 anak catat di BRSPC Cibabat. . Ia pun pernah memberi pelatihan di lokalisasi Gang Dolly, Surabaya.KREASI dengan bahan baku daur ulang sampah plastik sasetan ala Iyom Rohaeni (59) sebagian besar digemari turis mancanegara. "Sekitar 75 persen dibeli orang asing. Kadang-kadang mereka sendiri yang tambahin hiasannya. Orang Indonesia beli yang kecil-kecil saja," ujarnya di Ruang Perpustakaan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat (BRSPC) Cibabat, Cimahi, Senin (7/10/2013) siang.
Kreasi-kreasi perempuan itu antara lain tas anyaman dan jahitan berbahan baku plastik sasetan bekas, dompet dari plastik sasetan bekas, dan tas rajutan dengan bahan baku kresek bekas. Tas anyaman dan tas rajutan plastik kresek adalah favourit dan turis asal Belanda dan Australia. Orang Amerika, ujarnya, suka tas jahitan berbahan baku plastik sasetan. Kreasi-kreasi itu tak diekspor melainkan dijual eceran saat kunjungan rombongan wisatawan mancanegara (wisman), terutama setiap Juni. Ia menanti di rumahnya, Gang Bongkaran, RT 15/7, Cihampelas, Bandung.
Kurangi Sampah Plastik, Stop Global Warming | Spunbond Printing
Cirkle K sendiri dipilih selain karena komitmen terhadap lingkungan juga citranya sebagai convenience store. Yaitu, retail berkonsep moderen yang mengedepankan kenyamanan, kerapihan, dan keramahan.
Dalam launching program tersebut, tampak sesosok orang berbaju tumpukan sampah plastik di Taman Pramuka, Jalan RE Martadinata, Minggu (31/10/2010). Sosok "monster sampah plastik" itu belakangan diketahui bernama Saka, seorang pencinta lingkungan.
Director Greeneration Indonesia, Mohammad Bijaksana Junerosano mengatakan, "Monster Sampah plastik itu sengaja diciptakan untuk mengingatkan masyarakat bahwa jumlah sampah kantong kresek (kantong plastik) yang dipakai setiap orang per hari, kira-kira setebal yang dipakai Monster Sampah plastik."
"Berdasarkan penelitian dari berbagai kawasan di dunia, kami rata-ratakan setiap orang itu menggunakan kantong kresek dan dibuangnya sebanyak 350 lembar per tahun," tutupnya.
Untuk diketahui, Program Diet Kantong Plastik sendiri merupakan bagian dari program besar, RED GOES GREEN. Di mana Diet Kantong Plastik merupakan tahapan awal dari rangkaian kegiatan ramah lingkungan. Program-program yang dirancang ke depan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan rehabilitasi lingkungan, yang menegaskan komitmen Circle K bersama Greeneration untuk memperbaiki lingkungan.
GLOBAL warming telah memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia. Yang paling terlihat ialah alam. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi efek global warming ialah dengan diet kantong plastik.Di beberapa Negara bagian Amerika Serikat, telah dibuat undang-undang mengenai pembatasan kantong plastik. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah negara setempat untuk melarang penggunaan kantong plastik sebagai kantong belanjaan. Tanpa disadari, penggunaan kantong plastik yang berlebihan akan mendorong semakin banyaknya limbah atau sampah plastik yang tidak dapat diurai oleh lingkungan secara alami. Hal ini bisa berakibat pada kerusakan lingkungan secara permanen.
Oleh sebab itu, Greeneration Indonesia bersama Circle K berkomitmen untuk terus mendorong konsumen menjadi lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik.Greeneration Indonesia bekerjasama dengan Cirkle K meluncurkan program diet kantong plastik. Peluncuran program tersebut dilakukan di outlet Cirkle K Jalan Ir H Djuanda dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.Program tersebut berlangsung sejak 31 Oktober-30 November mendatang di outlet Cirkle K di seluruh Indonesia. Dalam program itu, seluruh konsumen diajak mengurangi penggunaan kantong plastik dengan membawa kantong plastik sendiri.
Pria Ini Menyulap Sampah Plastik Jadi Media Tanam Hidroponik | Spunbond Printing
Akan tetapi, menurutnya, lebih baik jika Hippoplast tersebut hanya digunakan untuk tanaman hias.Adapun jenis kedua terbuat dari tutup gelas minuman kemasan atau bungkus makanan ringan yang dipotong memanjang seperti serat-serat. Bahan-bahan tersebut dijadikan semacam sekam arang sintetis yang fungsinya menjebak larutan nutrisi. Sama seperti jenis yang pertama, Puji pun menyarankan supaya Hippoplast ini digunakan untuk tanaman hias saja.“Tanaman apapun bisa hidup dengan media itu.
Sebab, ada larutan nutrisi yang sudah terjebak dalam plastik. Jika sampah plastik ya hanya perlu kita siram saja dengan air. Tanaman seperti gelombang cinta atau tanaman hias lain bisa hidup. Tujuan saya, ada gerakan dari masyarakat yang ikut memanfaatkan sampah plastik jadi sesuatu yang bernilai. Ya itung-itung, kita bisa mengurangi timbunan sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA),” pungkas Puji.
Di saat Pemerintah sedang gencar mengkampayekan diet kantong plastik, warga Dusun Klakah Desa Sendangtirto Kecamatan Berbah Sleman, Yogyakarta, yang bernama Puji Heru Sulistiyono ini sudah dari jauh-jauh hari memanfaatkan sampah plastik dan menjadikannya barang yang bernilai.Kreasi pria yang akrab disapa Puji ini jelas patut diacungi jempol. Pasalnya, sampah plastik seperti kresek bekas dan tempat air kemasan yang biasanya jadi limbah itu ia kreasikan menjadi media tanam untuk tanaman hidroponik yang diberi nama Hippoplast.
“Saat kuliah MIPA Fisika UGM tahun 1983, saya mulai tertarik dengan plastik. Melihat sifat dari plastik itu kedap air dan udara, maka saya coba bereksperimen dengan sampah plastik,” ungkap Puji seperti dikutip dari KRJogya beberapa waktu lalu. Hippoplast kreasi Puji ini mempunyai dua jenis. Jenis pertama berbahan kresek bekas yang dibentuk menjadi bulatan-buatan kecil seperti kelereng. Bulatan-bulatan tersebut direkatkan dengan api kemudian direndam di dalam larutan air dan pupuk (nutrisi). Proses tersebut berlangsung sampai larutan nutrisi terjebak di dalam bulatan-bulatan plastik. Selepas itu, bulatan-bulatan plastik tersebut bisa digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hidroponik.

Comments