top of page

Surat Cinta Kepala Sekolah untuk Orang Tua Siswa Bikin Terharu

  • Jul 18, 2017
  • 5 min read

Surat tanda kelulusan siswa sudah sangat biasa diterima | Spunbond Murah Jakarta

Bersama surat ini kami sampaikan bahwa Ujian anak Anda telah selesai. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi, mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti Matematika. Ada calon Photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini.Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak, mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja: “tidak apa-apa, itu hanya sekedar ujian.” Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini.Surat cinta itu, Suwarsana berikan pada orang tua siswa sesaat sebelum pengumuman kelulusan.

“Saya bilang bapak ibu ini ada surat cinta dari saya, mohon dibaca pelan-pelan ya,” kenangnya sambil membenahi letak kacamatanya. Ia lalu menuturkan, tanggapan para orang tua yang beragam. “Tapi banyak juga yang terharu, mbrambangi [matanya berkaca-kaca] saat membacanya. Ada yang mengaku makcles [trenyuh],” katanya.Tahun ini adalah tahun ketiga SD Mutiara Persada meluluskan anak didiknya. Pihak sekolah meluluskan 69 siswa dengan nilai rata-rata 21,28. “Lulus seratus persen tapi nilainya memang turun. Tahun ini seluruh kabupaten kota memang turun,” ucapnya.Suwarsana berharap dengan membaca surat cinta tersebut para orang tua siswa tidak marah jika melihat nilai yang didapatkan anaknya tak sesuai harapan, tapi mau memghargai apapun hasilnya.

Karena menurutnya masa depan anak didiknya masih panjang, bahkan mungkin di bangku SD ini bakatnya belum terlihat. Suwarsana berpikir jika harapan mereka sudah dimatikan sejak dini, maka tentu akan sangat berpengaruh pada kepercayaan dirinya saat besar nanti.Surat tanda kelulusan siswa sudah sangat biasa diterima, tapi bagaimana jika yang diterima adalah sepucuk surat cinta? Para orang tua siswa SD Mutiara Persada mengalaminya.Suwarsana yang Sabtu (10/6/2017) pagi itu berbaju safari tersenyum ramah. Ia baru saja sampai sekolah yang lengang karena menerapkan kegiatan belajar mengajar selama lima hari saja. Sambil menenteng tas di tangan kiri, ia membuka pintu ruangan. Di ruangan berukuran 3×4 itu ia memulai percakapan.

“Saya tidak berniat memasukkan itu [surat] sampai di mana-mana kok,” ujarnya sambil tersenyum simpul.Cerita pun mengalir dari kepala sekolah yang juga merupakan bapak tiga anak tersebut. Surat yang ia berikan kepada orang tua siswa sebelum mengumumkan kelulusan SD itu menurutnya bermula dari pengalaman pribadinya. Kala itu, anak keduanya yang baru lulus SMP sempat melayangkan protes. Sang anak meminta apapun hasil ujian yang ia dapatkan, dihargai oleh orang tuanya. Ia tak ingin dimarahi, tetapi dimotivasi. Akhirnya, Suwarsana pun sadar banyak orang tua sepertinya yang selalu menganggap capaian nilai bagus adalah satu-satunya kebanggaan.

Sebagai kepala sekolah, ia merasa bertanggung jawab untuk mengubah mindset itu. Pandangan yang menganggap nilai adalah yang utama, tanpa mau melihat potensi yang dimiliki oleh anaknya. Akhirnya ia putuskan untuk menulis “surat cinta” yang kemudian viral di media sosial tersebut. “Sebenarnya saya juga memdapatkan di internet dan saya rasa itu bagus sekali,” katanya.

STARTIC, Produk Fesyen Trendi Berbahan Kantung Semen | Spunbond Murah Jakarta

Vani mengakui minat paling besar datang dari luar negeri, yang memang lebih menghargai produk-produk daur ulang. Itu kenapa AV Peduli mengikuti seleksi pemerintah daerah hingga terpilih menjadi produk unggulan Jawa Timur dan mendapat stand gratis di pameran bergengsi seperti Trade Expo Indonesia, INACraft, dan lainnya.“Dari sinilah, kita bisa follow up sehingga sudah bisa ekspor meskipun masih skala kecil ke beberapa negara, yang sampai saat ini repeat order dari Belanda, Singapura, dan Australia,” katanya.Saat ini, AV Peduli memiliki jaringan showroom di toko oleh-oleh Mirota, Galeri Bandara Juanda Terminal 1, galeri milik pemerintah lainnya, serta butik-butik ternama. Ada juga penjualan langsung ke Manado, Balikpapan, dan kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia. “Untuk online, saat ini sedang dalam tahap dikembangkan, ada di startic.avpeduli.com dan instagram @heystartic,” kata dia.

AV Peduli juga siap merilis produk premium, yaitu kombinasi kain etnik songket dan kulit yang didukung material kualitas premium juga. Produk akhirnya juga kini tidak hanya tas tetapi juga sudah mulai merambah ke aksesoris laptop, sepatu, dan produk lain yang diminati pasar, termasuk Ecofashion for Men.

STARTIC Ecofashion yang baru saja Young Social Entrepreneur 2015 dari Singapore International Foundation ini juga berupaya meningkatkan kapasitas produksi, baik kuantitas maupun kualitas, dengan memberdayakan lebih banyak kalangan masyarakat untuk memenuhi tawaran pemasaran di butik potensial yang sudah masuk. “Kami terus mengembangkan strategi agar dapat lebih menjangkau pangsa pasar di luar negeri yang sangat menghargai produk handmade dan berkonsep ramah lingkungan,” kata dia.

Dunia fesyen tak melulu diramaikan produk baju dan celana trendi. Belakangan, model tas baru yang unik banyak bermunculan. Tapi, hanya sedikit yang menawarkan tas dengan bahan daur ulang, seperti AV Peduli yang mengolah sak semen sebagai bahan baku tas. Duet kakak-adik, Agnes dan Vania Santoso mendirikan AV Peduli sejak 2005 silam beranggotakan anak-anak muda kreatif. Klub yang dirancang sebagai Duta Lingkungan Hidup di kawasan Asia-Pasifik ini tertantang untuk membantu menyelesaikan masalah sampah di Indonesia.“Masalah sampah sudah bukan sekadar di proses pengolahan, tetapi juga setelahnya, yaitu penjualannya. Mayoritas produk daur ulang masih kelihatan dari sampah sehingga orang enggan memakainya,” kata Vani.

Inilah latar belakang pembuatan tas daur ulang yang tetap fashionable dan membuat orang bangga memakainya dengan brand STARTIC, Artistic Ecofashion. Sak semen yang bisa mengangkut puluhan kilo itu adalah alasan utama digunakan sebagai bahan baku tas. “Kami juga sudah mengadakan penelitian didukung Universitas Airlangga untuk formula pelapis alami sehingga hasil akhirnya bisa menyerupai kulit dan sudah tahan air,” ujar dia.Dengan dibantu 11 perajin utama serta dukungan bahan baku dari bank sampah binaan, warga sekitar yang sedang membangun, serta beberapa kontraktor proyek, AV Peduli sudah mampu membuat ratusan tas produk ritel dan ribuan unit pesanan khusus. Harganya berkisar Rp 50-180 ribu per unit untuk yang full daur ulang. “Untuk produk daur ulang yang dikombinasikan dengan kain etnik seperti songket dan kulit, saat ini harganya bisa mencapai Rp 600 ribu,” katanya.

Hebatnya Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan | Spunbond Murah Jakarta

“Dengan pemilahan, komposting akan mengurangi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) cukup siginifikan,”ujarnya.Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan non organik bisa dimanfaatkan. Perempuan juga bisa cerdas memilih produk-produk rumah tangga dan konsumsi untuk keluarga. “Misalnya dengan membeli isi ulang, tidak memilih kemasan sachet yang kecil atau styrofoam,” ujarnya. Dia juga mencontohkan edukasi kepada anggota keluarga terhadap barang konsumsi keluarga dan prinsip (tiga R: reuse, reduce, recycle).

Dia pun menekankan pengelolaan sampah anorganik yang bisa dimanfaatkan melalui bank sampah dan TPA. “Di TPA tidak hanya sebagai sampah dengan sistem dumping, tapi bisa gas metan yang ada bisa dimanfaatkan sebagai energi,” ujarnya.Pemanfaatan sampah oleh bank sampah saat ini juga menurutnya cukup membantu. Hingga kini, di seluruh Indonesia terdapat lebih dari 3.500 unit bank sampah dengan jumlah sampah terkelola mencapai 5.550. 335 kilogram sampah atau menghasilkan Rp34 miliar per bulan dengan 173 ribu penabung sampah.Karena itu Kementerian LHK bekerja sama dengan Menteri Koperasi dan UKM mengupayakan Kredit Usaha Rakyat untuk Pengelola Bank Sampah. “Untuk bank sampah yang layak industri kreatif,” papar Haruki.

“Perempuan ini agen perubahan untuk individu dan sekitarnya. Perempuan punya potensi untuk mengelola sumber daya alam dan lingkungannya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise pada seminar Gaya Hidup Hijau yang Mendukung Kesetaraan Gender dan Ramah untuk Anak di acara Indonesia Climate Change Education Forum & Expo 2016, Jakarta Convention Center, Jumat (15 April 2016).Menteri Yohana mengatakan bencana banjir terjadi karena pengelolaan lingkungan yang tidak tepat. Perempuan juga sering mendapat diskriminasi dari keadaan seperti ini. Dia mencontohkan masalah sampah sering diidentikkan dengan perempuan. “Yang buang sampah tidak hanya perempuan, laki-laki juga. Jadi harus dikaji dulu, jangan sampai didiskriminasi,” ujarnya.

Dia pun menyampaikan, perempuan dan masalah lingkungan seperti sampah ini bisa dimulai dari lingkungan terkecil. Mulai dari dirinya dan keluarga. Dia mencontohkan seperti pemilahan sampah, selektif terhadap produk yang ramah lingkungan atau memberikan edukasi terhadap anak-anak. “Tapi, hal ini tak bisa berjalan tanpa mitra di keluarga,”ujarnya.Hal senada juga disampaikan oleh Haruki Agustina, Kepala Sub Direktorat Sampah dan Daur Ulang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurutnya, perempuan dan keluarga berperan untuk mengendalikan lingkungannya. Karena, 50 persen sampah berasal dari rumah tangga.

Comments


Goodybag Tangerang
Goodybag.id
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page