Bea Cukai Pastikan Cukai Plastik Berlaku 2017
- Jul 14, 2017
- 3 min read
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) | Spunbond bags

Heru memastikan pemerintah hanya mengusulkan plastik sebagai barang kena cukai yang baru, dan belum ada komoditas lain yang diajukan untuk kena cukai, karena semua masih dalam kajian."Plastik karena merusak lingkungan. Yang paling merusak itu adalah plastik kresek. Dari 17% sampah plastik, 67%-nya dari kantong plastik. Itulah kenapa kita memprioritaskan plastik sebagai obyek cukai dalam rangka pengendalian," kata Heru.
Mengenai sistem tarif cukai untuk plastik dan hal teknis lainnya, Heru menambahkan hal itu masih tergantung pembicaraan dengan DPR dan belum ada pembahasan secara mendetail.Sebelumnya, pemerintah dan Komisi XI DPR telah mengagendakan pembahasan mengenai barang kena cukai terbaru pada masa sidang menjelang akhir tahun, namun kembali tertunda setelah DPR kembali memasuki masa reses.Selama ini, pemerintah hanya mengenakan cukai terhadap tiga jenis komoditas yaitu produk hasil tembakau atau rokok, ethil alkohol dan minuman mengandung ethil alkohol.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi memastikan plastik akan menjadi komoditas kena cukai mulai 2017. Namun ini setelah DPR memberikan persetujuan atas pengenaan cukai barang tersebut."Kalau sudah mendapatkan persetujuan, kita akan membuatkan peraturan pemerintah (PP), setelah itu berjalan (pengenaan cukai plastik)," kata Heru saat ditemui di Jakarta, Jumat (16/12).
Warga Depok Diwajibkan Pilah Sampah Rumah | Spunbond bags
Ia mengatakan saat ini Kota Depok sebenarnya memiliki jumlah bank sampah yang besar yaitu sekitar 500 buah.Namun itu tidak diiringi dengan kesadaran warga dalam memilah sampah.Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad secara resmi melaunching program ketuk pintu untuk memberikan penyadaran bagi warga dan masyarakat Depok untuk melakukan pemilahan sampah dan pengelolaannya, di Balai Kota Depok, Jumat (4/11/2016).
Program ketuk pintu ini juga sebagai bentuk penyuluhan ke warga agar mengurangi penggunaan kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik di Depok.Dengan diluncurkannya secara resmi, maka sejumlah aparatur sipil negara Pemkot Depok akan mengunjungi rumah warga secara rutin satu persatu untuk mengajak melakukan pemilihan sampah.
Rumah warga yang disasar terutama adalah di wilayah di mana belum ada pemilahan sampah di tingkat RW di sana."Program ini mengajak masyarakat terlibat langsung dalam program menjaga kebersihan kota," kata Idris.Sehingga nantinya ia berharap Depok mampu meraih Piala Adipura 2017 mendatang."Sumber sampah terbesar di Depok oini berasal dari rumah tangga.
Karenanya kami menyasar langsung setiap rumah tangga untuk melakukan pemilahan sampah," kata Idris didampingi Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, Jumat.Pemilihan sampah kata Idris, diperlukan untuk menekan sampah yang masuk ke TPA Cipayung, karena TPA tersebut sudah overload dan kini hanya mampu menampung sekitar 60 persen dari sampah warga Depok.
Baca : Pemerintah Dorong Produksi Kantong Ramah Lingkungan
Jokowi Putuskan Saldi Isra Hakim Konstitusi Pengganti Patrialis | Spunbond bags
"Presiden sudah memutuskan calon hakim Mahkamah Konstitusi setelah dilapori oleh Pansel. Ada beberapa calon, kemudian dipilih satu. Setelah itu tentu prosesnya pelantikan," kata Johan Budi saat ditemui di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/4).Johan juga mengaku belum mengetahui siapa yang ditunjuk oleh Jokowi untuk menggantikan Patrialis Akbar. "Saya belum tahu keppresnya sudah ditandatangani atau belum. Karena keppresnya belum tahu, saya tidak bisa menyampaikan siapa yang dipilih," katanya.
Johan turut menjelaskan, sebenarnya Presiden tidak perlu membentuk Pansel, karena penunjukan hakim tersebut merupakan kewenangan Presiden. Untuk diketahui, posisi hakim di MK ada yang merupakan kewenangan atau perwakilan dari usulan pemerintah. Patrialis termasuk dalam kategori tersebut. Presiden Jokowi telah memutuskan memilih pakar hukum dari Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra sebagai hakim Mahkamah Konstitusi pengganti Patrialis Akbar. Informasi ini dibenarkan oleh Ketua Panitia Seleksi Hakim MK Harjono."Iya, sudah, Pak Saldi. Iya (Presiden memilih Pak Saldi)," kata Harjono saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (8/4/2017).Harjono mengatakan pelantikan Saldi Isra sebagai hakim MK akan digelar di Istana Presiden, Jakarta, pada Selasa (11/4) pekan depan.
Tim Pansel Hakim MK sebelumnya mengajukan tiga nama kepada Presiden Jokowi. Ketiga nama itu adalah Saldi Isra, Bernard L Tanya, seorang dosen di Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta Wicipto Setiadi, yang telah purnatugas dari Kementerian Hukum dan HAM.Kabar soal telah diputuskannya satu nama tersebut dibenarkan oleh juru bicara Presiden, Johan Budi SP, kemarin. Meski demikian, Johan mengaku belum mengetahui apakah keppres terkait itu sudah diteken Jokowi atau belum.

Comments