top of page

Misi Kevin Kumala Mencegah Bumi Jadi Planet Plastik

  • Jul 12, 2017
  • 3 min read

Sedotan yang semula cuma printilan jadi masalah karena sampah | souvenir tas

Gagasan Kevin adalah bioplastik berbahan pati, senyawa karbohidrat kompleks seperti bahan dasar penyusun nasi dan roti.Di dunia, bioplastik bukan barang baru. Sejak 1990, perusahaan di Eropa sudah memproduksi bioplastik dari jagung, serat bunga matahari. Namun, jika memproduksi bioplastik dari bahan yang sama, maka biayanya akan mahal.Kevin pun mencari alternatif dan menganggap singkong adalah bahan bagus. "Di Indonesia produksi singkong 24-25 ton per tahun dan permintaannya masih di bawah itu," katanya.Kevin tak menggunakan singkong mentah melainkan yang sudah berbentuk tepung. Jenis tepung yang dipakai adalah industrial grade yang biasa dipakai untuk pakan ternak.

Bisa dibilang, tepung itu adalah buangan karena kadar patinya minim.Sampai tahap gagasan, sebenarnya tak ada yang istimewa. Banyak mahasiswa Indonesia telah melakukan penelitian pembuatan plastik dari pati singkong, ganyong, gembili, bahkan kulit pisang. Yang istimewa dari Kevin, ia mengubah gagasannya menjadi nyata.Bayangkan jika setiap hari, tiap warga Indonesia yang jumlahnya 250 juta menggunakan satu sedotan plastik sepanjang 20 cm dan langsung membuangnya. Sedotan yang semula cuma printilan jadi masalah karena sampah yang terakumulasi bila direntangkan mencapai 5.000 kilometer, setara jarak Jakarta ke Sydney.

Kasus sedotan itu jadi gambaran masalah plastik. Publikasi di jurnal Science mengungkap , tahun 2010 saja, dunia menghasilkan plastik sebanyak 12 juta ton. Indonesia sendiri tercatat sebagai penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah China, 1,8 juta ton per tahun. Jika berlanjut, bumi jadi planet yang dipenuhi plastik.Kevin Kumala tak rela hal itu terjadi. Tahun 2013, ia dan rekannya merintis perusahaan start-up berbasis sains, Avani Eco.

Kevin bermimpi menghasilkan plastik yang tetap praktis dan kuat sekaligus dapat terurai serta tidak berbahaya bagi makhluk hidup.Baginya, plastik yang bisa terurai akan melengkapi gerakan 3R: Reduce, Reuse, Recycle. "Saya tidak antagonistik dengan gerakan 3R. Tapi yang mengkhawatirkan, 3R itu tersimpan dalam alam bawah sadar. Ketika sibuk, kita tidak bisa melakukan itu. Maka kita harus kampanyekan satu R lagi, Replace (membuat pengganti)," terangnya.

Start Up Asal Bali Bikin Kantong Plastik yang Bisa Diminum | souvenir tas

Kantong tersebut dibuat dari singkong, meski saat dipegang mirip dengan karakteristik plastik, kantong tersebut bukan plastik. Kantong itu sangat ramah lingkungan karena mudah terurai.Untuk membuktikannya, Kevin menyobek sebagian kantong tersebut dan memasukannya dalam satu gelas air hangat. Air tersebut kemudian diaduk yang kemudian diikuti olehg larutnya sobekan kantong tersebut. Untuk membuktikan keamanan kantong tersebut Kevin meminum air tersebut.Avani merupakan social enterprise yang bermarkas di Bali.

Untuk memerangi sampah plastik yang tak mudah terurai, Avani menawarkan produk-produk keseharian yang kerap dibuang dengan bahan baku ramah lingkungan.Avani memulai gerakan mulianya pada 2014 dengan membuat jas hujan plastik ramah lingkungan. Seiring berjalannya waktu, Avani kini sudah memeiliki beberapa produk seperti jas hujan, sedotan, cangkir kopi, tempat makan, dan alat makan dari kayu.

Sebagai usaha pelestarian alam, muncul beberapa bisnis (start up) yang berorientasi untuk melindungi kondisi alam. Salah satunya adalah start up bernama Avani yang membuat kantong plastik yang sebenarnya bukan plastik dan aman diminum.Profil mengenai Avani diunggah oleh fanpage Facebook Al Jazeera English, Jumat (23/12/2016).Dalam videonya, pria bernama Kevin Kumala menjelaskan karakteristik kantong yang dia buat di Avani.

Mahasiswa Ini "Sulap" Biji Durian Menjadi Plastik Ramah Lingkungan | souvenir tas

"Lebih tinggi dari singkong yang sekitar 20 persen. Kalau biji durian hampir 50 persen," sebutnya.Pati tersebut, lanjut dia, berfungsi sebagai pengisi (filler) pada campuran agar kerapatan bioplastik menjadi tinggi. Sehingga meningkatkan kekuatan daya tarik plastik. "Kita melakukan penelitian sejak 2014 lalu," ujarnya. Ia menjelaskan, proses pembuatan bioplastik adalah dengan merendam biji durian dalam air kapur selama 2-3 hari untuk menghilangkan getah.

Setelah direndam biji tersebut lalu dijemur selama 1 hari. "Biji durian lalu diambil patinya yang berwarna putih kecoklatan. Lalu diolah menjadi tepung, disaring dan dioven selama 30 menit," urainya. Tepung yang sudah jadi dicampur dengan sejumlah bahan kimia antara lain low density polyethylene (LDPE), kemudian maleic anhydride (MA), lalu inisiator (Perbutyl D dan Perbutyl Z). Setelah dicampur lalu di cetak dengan alat laboplastomill dan hot press di Lipi Bandung."Dari 50 gram dapat menghasilkan lembaran bioplastik sebanyak 3-4 lembar ukuran 13X13 cm," katanya.

Berawal dari keprihatinan penggunaan kantong plastik yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, lima mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) menciptakan Bioplastik. Bahannya pun cukup unik yakni biji buah durian. Kelima mahasiswa tersebut adalah Fajar Bayu Prakoso, Andika Cahya Widyananda, Annisa Fakhriyah Rofi, Dyah Ayu Permatasari, dan Aditya. Fajar Bayu yang merupakan ketua tim mengatakan, awalnya ia dan keempat temannya merasa prihatin dengan penggunaan kantong plastik yang semakin meningkat sehingga menghasilkan banyak tumpukan sampah.

"Sampah plastik terus menumpuk dan meningkat. Padahal plastik terbuat dari bahan yang sulit terurai (non-degradable) dan tentu itu menimbulkan persoalan lingkungan," ujar Fajar Bayu, Jumat (11/3/2016).

Dari kegelisahan itulah, ia dan ke empat temannya mencoba mencari solusi dengan membuat bioplastik yang mudah terurai. "Kita langsung kepikiran mencari solusi, dan menemukan bahan untuk membuat bioplastik yakni biji durian," ucapnya.Dia mengungkapkan, dipilihnya biji durian karena memiliki kandungan pati (tepung halus) yang cukup tinggi. Kadarnya hampir 50 persen dari beratnya.

Comments


Goodybag Tangerang
Goodybag.id
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page