top of page

Baru 2 Tahun, Penjualan Plastik Ecoplas Menjanjikan

  • Jul 10, 2017
  • 3 min read

Penggunaan kantong plastik yang ramah lingkungan kini gencar | kantong spunbond

Singkong itu lebih mahal dan merakyat. Bukan cuma ada dampak lingkungannya, tetapi juga ada dampak sosialnya. Singkong itu gampang ditanam, di mana-mana bisa. Sementara dari jagung itu harganya sangat mahal. Kita (singkong) harganya sangat reasonable. Jadi, kita cari sumber yang paling economical.Penggunaan kantong plastik yang ramah lingkungan kini gencar dilakukan oleh sejumlah perusahaan ritel modern.

Kondisi ini pun menguntungkan bisnis perusahaan yang memproduksi produk tersebut. Salah satunya adalah produk kantong plastik dari tepung singkong, ecoplas, yang dibuat oleh PT Tirta Marta.“Baru dalam dua tahun ini kita mulai pemasaran (ecoplas). Dan, hasilnya cukup menggembirakan,” sebut Sugianto Tandio, Presiden Direktur PT Tirta Marta, di sela-sela ajang Ernst&Young Entrepreneur of The Year Awards 2012, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, pembuatan produk kantong plastik dengan bahan baku tumbuh-tumbuhan bukan hal yang baru. Pembuatan dengan bahan alami ini sudah berlangsung di Amerika Serikat maupun Eropa. Hanya pembuatan plastik di negara-negara itu menggunakan tanaman jagung. Sementara, produk kantong plastik ecoplas dibuat dari singkong. “Nah, kita yang pertama kembangkan dari singkong.

Karena kita daerah tropis, lebih banyak singkong dari jagung,” tambah Sugianto yang baru saja memenangkan penghargaan dalam hal inovasi dari Ernst&Young.Lantas, seperti apa kondisi awal hingga kini dari bisnis plastik ecoplas ini. Berikut petikan wawancara dengan pria yang pernah menjalankan studinya di Amerika Serikat ini.

Kantong Ramah Lingkungan dari Singkong Terus Dipasarkan | kantong spunbond

Herman Moeliana mendemonstrasikan di hadapan para wartawan bahwa Envi plast dapat larut di dalam air panas dengan suhu di atas 80 derajat Celcius, tidak meleleh saat dibakar melainkan akan berubah layaknya selembar kertas jika terkena api.Selain itu demonstrasi tersebut juga memperlihatkan bahwa kantong envi plast tahan terhadap panas, ini melalui percobaan sebuah setrika yang diletakkan di atas kantong envi plast. Kantong tidak akan meleleh seperti kantong plastik yang terbuat dari bahan anorganik, hanya akan berubah warna menjadi kuning layaknya selembar kertas yang terkena setrika.

Dari percobaan yang dilakukan, terlihat bahwa kantong dari singkong ini kedap terhadap minyak goreng, jadi bisa dipastikan bahwa kantong ini juga dapat dimanfaatkan sebagai kantong penyimpanan minyak goreng.Soal harga, kantong ini dua kali lebih mahal dari kantong yang ada di pasaran. Pasalnya, biaya produksi yang dikeluarkan cukup besar apalagi kantong ini masih belum dipasarkan secara luas.

Masyarakat kini bisa memanfaatkan kantong ramah lingkungan envi plast, yang terbuat dari bahan organik, singkong. Kantong ini terus dipasarkan sebagai solusi dalam menghadapi isu pemanasan global.

"Envi Plast terbuat dari bahan organik yaitu singkong. Kantong ini merupakan produk ramah lingkungan dan merupakan terobosan terbaru di tengah maraknya isu pemanasan global dan kampanye 'go green', untuk itu produk ini akan terus dipasarkan, dan produk ini pertama kalinya ada dunia" jelas Direktur Utama PT. Intan Aneka Lestari, Ir. Herman Moeliana, kepada wartawan,di Jakarta, Rabu (19/2).

Plastik ramah lingklungan untuk bumi yang lebih hiijau | kantong spunbond

Salah satu ide bijak untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan plastik ramah lingkungan, tuturnya.Manager Pengujian Laboratorium Sentra Polimer (STP) BPPT, Dody Andi Winarto mengatakan bahwa BPPT sebagai lembaga pemerintahan berperan dalam melakukan tahap observasi dan pengujian laboratorium. Pengujian yang kami lakukan disesuaikan dengan permintaan dari masyarakat. Kami juga mengikuti peraturan-peraturan pemerintah sesuai pada UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah, jelasnya.

Untuk merespon realita yang ada, dalam seminar hadir pula industri lokal yang berupaya membuat produk plastik yang mudah terurai guna, yaitu PT. Chandra Asri, PT. Tirta Marta, dan PT Inter Aneka Lestari Kimia. Penggunaan produk plastik yang mudah terurai, dapat meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Menurut Bayu Herlambang dari PT. Chandra Asri, bahan baku plastik ramah lingkungan tersebut adalah polietiline (PE) Degradable Grade Asrene. Bahan tersebut akan terurai setelah terpapar cuaca panas, sinar matahari atau tekanan dalam waktu I hingga 2 tahun yang dipakai untuk pembuatan tas belanja, pembungkus barang, dan aplikasi yang sejenis.

Seminar ini merupakan salah satu langkah inisiatif untuk mengatasi permasalahan sampah plastik yang menjadi prioritas penting bagi KLH. Kami akan menangani permasalahan ini dari hulu hingga hilir tentunya dengan menggunakan pendekatan teknologi, ungkap Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Hendri Bastaman saat membuka seminar.Menurutnya, saat ini rata-rata di Indonesia menghasilkan sampah sekitar 0,5 kg, sekitar 13% diantaranya adalah sampah plastik yang sulit didaur ulang dan kurang lebih perlu waktu 500 tahun untuk proses penguraian, sehingga dari tren penggunaan plastik yang meningkat menyebabkan longsor sampah plastik.

Comments


Goodybag Tangerang
Goodybag.id
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page