Tas Plastik Biru Ikea Naik Kelas, Jadi Mewah dan Bergengsi
- Jun 19, 2017
- 3 min read
Tas belanja Ikea yang dibuat dari kantong plastik biru | goody bag kreatif

Jadi banyak orang berharap perancang Yeezy-esque mengambil peranan dalam merancang totebag itu. Beberapa juga menyarankan agar dibuat dalam tone yang netral, bukan biru.Lalu desainnya juga dibuat lebih ramping dan sederhana, namun tetap cukup untuk memuat semua barang laiknya tas biru tersebut.
W Magazine melaporkan tas itu sebetulnya berbentuk sama dengan Frakta klasik. Tapi terbuat dari kardus yang dihiasi dengan kata 'Sculpture' di sampingnya.
Belum jelas bagaimana akhir desain tas itu nantinya, tapi akan ada prototipe yang disatukan dengan pita berwarna cerah.Dalam sebuah pernyataan resmi Virgil menjelaskan ia menafsirkan ulang tas itu sebagai penanda fase kedewasaan seseorang." Mereka pergi berbelanja sendiri dan memiliki selera sendiri pada barang pertama yang dibelinya. Saya tertarik untuk memikirkan bagaimana pembelian tersebut diinformasikan," tutur Virgil.
Totebag atau tas jinjing biru Ikea semakin populer setelah produsen tas kenamaan, Balenciaga, menjual tas yang memiliki sangat mirip. Tetapi, tas itu dijual dengan harga 1.672 pounsterling, setara Rp28 juta.
Tas mewah tersebut turut mendongkrak pamor tas jinjing Ikea yang sebenarnya hanya berharga puluhan ribu rupiah saja. Peristiwa itu menginspirasi Ikea untuk berinovasi mengubah tas tersebut menjadi tas Frakta bernilai tinggi sebagai aksesoris fashion high end.
Ikea menilai sekarang waktunya mengangkat tas Frakta menjadi fashion kelas atas.Belum lama ini, retail furnitur asal Swedia tersebut berkolabborasi dengan Virgil Abloh yaitu pendiri dan perancang Off-White mengubah tas biru berukuran besar secara keseluruhan.Ini tentu menjadi sebuah kejutan besar karena Virgil Abloh dikenal sebagai orang yang suka merancang produk minimalis, berestetika dan aesthetic. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan tas plastik biru milik Ikea itu.Virgil Abloh juga menjabat sebagai direktur seni untuk Watch the Throne dan merupakan teman baik Kanye West.
Ada Berkah Ramadhan di Tas Plastik yang Dijual Olga | goody bag kreatif
“Lumayan, kalau malam ini habis bisa dapat Rp50 ribu,” katanya seraya menyebut modal membeli tas plastik hanya Rp10.000.Sambil senyum, perempuan beranak dua asal Binjai, Medan, Sumatera Utara, ini mengatakan, “rezeki anak, anak saya dua di kampung. Sisanya untuk bayar kontrakan.”Olga mengaku sebelumnya pedagang kopi keliling di kawasan Monas. Sesekali, ia juga berjualan di sekitar Istiqlal.
Namun tiga bulan belakangan, ia menjual plastik setiap Jumat, saat banyak orang menunaikan sholat Jumat di mesjid itu. “Ternyata, yang mau tarawih lebih banyak, jadi yang beli plastik juga lebih banyak,” katanya.
Ia mengaku ide jualan plastik didapat setelah melihat banyak jamaah repot membawa sandalnya ke dalam tas. “Kalau pakai plastik kan jadi nggak kotor,” ucapnya.Setelah semua jamaah sholat, Olga segera duduk, meluruskan kakinya. Ia menghitung uangnya. “Mudah-mudahan yang sholat tarawih banyak terus deh, biar banyak juga yang beli plastik saya,” harapnya.Banyaknya pengunjung Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, di hari pertama sholat tarawih menjadi berkah bagi Olga Intan.
Wanita 42 ini girang karena bisa meraup uang lebih banyak dibanding biasanya.Malam itu, Jumat (26/5/2017), Intan berdiri di depan pintu masuk, tak jauh dari tempat berwudhu. Setumpuk tas plastik dikempit di lengan kiri.Tangan kanannya sibuk menawarkan plastik pada jamaah mesjid. Ia tak membanderol dagangannya. “Terserah, seiklasanya saja,” begitu selalu katanya pada pembeli tas plastik-nya.Sikapnya itu membuat banyak pembeli tak sayang memberi lebih. Ada yang memberinya Rp1.000, Rp2.000 dan tak sedikit memberinya Rp5.000.
E-Dom, Dompet Sekaligus Tas Belanja Karya Mahasiswa UGM | goody bag kreatif
Untuk keamanan pengguna, dompet pada E Dom bisa dilepas kemudian dimasukkan ke dalam tas atau digenggam oleh sang pemilik. "Ada kancing atau knopnya jadi bisa dipisahkan untuk keamanan penggunannya juga," imbuh Aziz. Sementara untuk bahan, kelima mahasiswa ini tampaknya sudah memperhitungkan betul dan memilih yang berkualitas seperti kulit sintetis, kanvas, satin hingga prada satin dan bludru."Kombinasi warna juga beragam apalagi bahan parasut bisa dicuci," imbuh Aviva Lintang. Untuk saat ini E Dom mulai diperjualbelikan secara online melalui media sosial para penciptanya. "Harapannya, sesuai tujuan awalnya bisa mengurangi penggunaan plastik untuk berbelanja sekaligus tetap tampil keren," pungkas Aviva.
Masa saat ini dunia sedang berlomba mengurangi penggunaan tas plastik yang dinilai tak ramah lingkungan karena sifatnya yang tak mudah diurai. Alhasil diciptakan berbagai macam pengganti bahan plastik untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Alasan inilah yang kemudian menginspirasi lima mahasiswa UGM yakni Aziz Askaputra, Permata Hayuningtyas, Andhika Gilang Al Afgani, Rosyida Fajarwati dan Aviva Lintang Tunjungsari untuk menciptakan dompet yang juga bisa berfungsi sebagai tas belanja.
Karya yang kemudian diberinama E-Dom kependekan dari Eco Friendly Dompet ini memiliki desain dan fungsi seperti dompet pada umumnya, namun dapat berubah bentuk menjadi tas belanja apabila pemiliknya memang sedang membutuhkan. "Dompetnya modelnya seperti pada umunya persegi panjang dan dapat digunakan untuk menyimpan uang ataupun identitas lainnya. Tapi yang membedakan di dompet ini juga ada sebuah tas yang sengaja kita desain untuk digunakan ketika berbelanja atau membawa sesuatu. Ketika tak digunakan tinggal dilipat dan jadi dompet lagi," ungkap Aziz Aksaputra Jumat (16/6/2017).

Comments