Kurangi Sampah Plastik, Karita Hadirkan Tas Go Green
- Jun 16, 2017
- 3 min read
Tas yang didesain khusus tersebut terbuat dari bahan kanfas | harga goodie bag

“Kami tidak berupaya meningkatkan omzet dengan produk tas ini. Ini murni program non profit. Untuk sementara baru di Karita Jogja adapun Karita Surabaya dan Purwokerto menyusul,” ujar Alvita Ratna Hapsari selaku Direktur Mercendais dan Kreatif Margaria Group.Di lokasi yang sama, Assisten Manager Karita Jogja Lelyana Istikomah menjelaskan, rata-rata penjualan perbulan Karita antara Rp50juta hingga Rp70 juta. Menjelang libur akhir tahun, pihaknya menyiapkan sejumlah program.“Sebab, banyak konsumen yang bertransaksi terutama dari luar daerah yang berlibur ke Jogja.Itu memengaruhi omzet penjualan kami. Ya sekitar 30-40%,” tandasnya.Agar memberikan nuansa yang menarik bagi pelanggan, setiap minggu ada perubahan desain dan interior di dalam toko tersebut. Pihaknya juga menyediakan beragam model pakaian dari sembilan disiner di Jogja.“Produk yang digemari konsumen adalah model-model simpel seperti Blazer dan Gamis. Produk casual juga banyak yang diminati. Sebab, harga yang kami tawarkan terjangkau,” tandasnya.
Direktur Bisnis Margaria Group Arif Nur Wibawanto menjelaskan, tas ramah lingkungan tersebut diproduksi untuk mengajak konsumen peduli lingkungan. Tas yang didesain khusus tersebut terbuat dari bahan kanfas yang cocok untuk digunakan sehari-hari. Harga satuannya Rp40.000. Jika konsumen berbelanja senilai Rp500.000, tas tersebut dihargai Rp20.000.“Kalau konsumen berbelanja minimal Rp700.000 kami beri gratis. Selain itu, jika konsumen kembali berbelanja minimal Rp50.000 dapat cashback Rp1.000 berlaku kelipatannya,” ujar Arief launching tas Go Green di Karita Muslim Square, Jumat (28/11/2014) lalu.
Selisih uang Rp1.000 tersebut, kata Arief, akan digunakan untuk proyek ramah lingkungan seperti penyediaan air bersih Gunungkidul. Donasi yang terkumpul akan dimonitor bersama agar penyaluran tepat sasaran.“Isu kepedulian lingungan untuk anak muda perlu digalakkan. Untuk langkah awal, kami menyediakan 200 tas. Target utama kami untuk pengurangan plastik hingga nol persen. Dan ini juga bagian dari penghematan,” tandasnya.Saat ini, Karita memiliki 1.000 member di mana ada tawaran khusus bagi member utama dengan diskon 10% untuk setiap transaksi. Sementara, sebanyak 80% konsumen Karita berusia remaja dan 20% kalangan dewasa.
Gramedia Ajak Pelanggan Kampanye Hemat Plastik | harga goodie bag
“Pelanggan dipersilakan untuk mengunggah foto tersebut di media sosial yang mereka miliki disertai hastag #nowweusegramediabag,” terangnya.Ia mengungkapkan, banyak hadiah yang telah disiapkan untuk pemenang, seperti Voucher Gramedia dan Gramedia Go Green Bag.“Kegiatan kampanye hemat kantong plastic tak hanya diadakan Gramedia di Medan, tetapi sebelumnya telah diadakan di beberapa kota seperti Manado dan nantinya juga masih ada beberapa kota yang akan diadakan kampanye tersebut,” ungkapnya.
Ia menuturkan, Gramedia berkomitmen untuk mendukung program hemat plastik dari pemerintah yang program tersebut bertujuan untuk menyoroti banyaknya penggunaan kantong plastik di Indonesia saat ini. “Pelanggan Gramedia akan sangat berperan dalam membantu program pengurangan sampah plastik di Indonesia tersebut. Gramedia secara berkala mengedukasi pelanggan agar mau untuk membawa kantong belanja sendiri untuk mendukung program tersebut,” tuturnya.
Gramedia mengajak para pelanggan untuk mengurangi penggunaan plastik dengan cara yang menarik yaitu bagi pelanggan yang berbelanja menggunakan kantong belanja sendiri atau tidak meminta plastik setelah melakukan transaksi, memiliki kesempatan untuk mengikuti capture your campaign hemat plastik. Public Relations Dept. Group of Retail and Publishing Gramedia, Azas Rifa’i, Minggu (22/5/2016), menerangkan, cara untuk mengikuti capture your campaign tersebut cukup mudah yaitu bagi pelanggan yang berbelanja tanpa menggunakan plastic dapat berfoto bersama dengan Monster Kresek dan menggunakan atribut kampanye yang telah disediakan.
IPB luncurkan "Green Movement" di Hari Bumi | harga goodie bag
Herry menambahkan, sebagai kampus hijau ramah lingkungan IPB menerapkan penghematan eneri, rendah emisi, mengkonservasi sumber daya dan meningkatkan kualitas lingkungan, dengan mendidik sivitasnya untuk menjalankan pola hidup sehat dan menciptakan iklim belajar yang kondusif serta berkelanjutan. Ketua Tim Green Campus IPB, Agus Oman Sudrajat menyebutkan gerakan IPB menuju green campus 2020 bertujuan untuk mengembangkan perilaku sivitas IPB yang berwawasan lingkungan, mewujudkan kampus yang ramah lingkungan (rendah emisi, pengurangan sampah, budaya ramah lingkungan), menciptakan kondisi aman, nyaman dan kondusif."Agenda besar green movement adalah eco-labelling kantin sehat, mengurangi penggunaan plastik, mendorong menggunakan tumbler dan ecobag, pengelolaan sampah secara terintegrasi," katanya.
PB meluncurkan Green Movement bertepatan di Hari Bumi, yang merupakan salah satu dari empat elemen Green Campus yang sedang digagas oleh perguruan tinggi negeri tersebut."Green Movement upaya untuk mengajak dan mengedukasi mahasiswa sebagai sivitas kampus yang jumlahnya paling banyak untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan," kata Rektor IPB Herry Suhardiyanto, di Bogor, Jumat.
Green Movement digagas oleh Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB bekerja sama dengan BEM Keluarga Mahasiswa IPB, dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) aktivitas lingkungan ditandai dengan aksi nyata bersih-bersih di unit kerja kampus.
Herry mengatakan, green movement meliputi upaya penggunaan botor air minum isi ulang, tas belanja pakai ulang, sebagai langkah mengurangi penggunaan plastik di lingkungan kampus. Melakukan penghematan energi dengan mobil listrik serta penggunaan sepeda, serta pengelolaan kantin dengan prinsip keamanan pangan, menjaga biodiversitas kampus. "Sejak 2011 sudah digagas IPB sebagai kampus biodiversitas. Dengan fokus melibatkan mahasiswa serta dosen yang kompeten di bidangnya," katanya. Menurutnya, IPB merancang "green movement" berkelanjutan dengan membangkitkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa untuk bersama-sama berprilaku hidup ramah terhadap lingkungan.
"Green Movement bagian dari program green campus yang kita targetkan tercapai di tahun 2020," katanya.

Comments