Belanja di Supermarket, Masyarakat Wajib Bayar Rp500 Untuk Plastik
- Jun 15, 2017
- 4 min read
Ada dua poin yang paling krusial terkait mekanisme | goodie bag eksklusif

"Aprindo menyambut baik apa yang dilakukan pemerintah yang bertujuan sangat baik untuk lingkungan kita sendiri," kata Ketua Umum Aprindo Roy M Mandey.Namun ia juga berharap ada upaya sosialisasi dan edukasi kepada konsumen terkait kebijakan tersebut. Selain itu, diharapkan juga ada standarisasi harga dan kualitas kantong plastik sehingga ketika konsumen berbelanja ada kesamaan.Untuk itu perlu pengaturan kepada produsen plastik berbayar sehingga punya komitmen yang sama seperti peritel.
Sementara terkait harga kantong plastik tersebut, Aprindo masih terbuka untuk masukan-masukan artinya ada pertimbangan kalkulasi dari produsen."Kita masih bahas masalah harga ini di internal Aprindo, tapi kira-kira dengan harga yang terjangkau oleh konsumen jangan yang tinggi karena yang masuk ke ritel itu dari segala status," kata Roy.
Menurut dia, harga harus sesuai dengan kualitas kantong plastik tapi jangan terlalu murah seperti Rp100 karena tidak akan memberi efek kepada konsumen."Angka paling minim kisarannya antara Rp500-Rp1.000 masih oke, ini juga kaitan dengan kualitasnya artinya bisa digunakan kembali terkait dengan 'reuseable'," tambah Roy.KLHK berencana meluncurkan program kantong plastik berbayar pada 21 Februari mendatang bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional dan pada mengeluarkan Keputusan Menteri pada Juni mendatang.Tujuan kebijakan kantong plastik berbayar selain mengurangi sampah dari kantong plastik juga mengubah gaya hidup lebih ramah lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan jika konsumen harus membayar Rp500 per kantong plastik jika berbelanja di supermarket atau ritel tertentu guna mengurangi sampah plastik.
"Ada dua poin yang paling krusial terkait mekanisme. Harga Rp500 itu tawaran kami karena penentuan harga juga krusial," kata Kepala Subdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian LHK Ujang Solihin Sidik, di Jakarta, Kamis (14/1/2016).Dua opsi yang diusulkan terkait mekanisme harga yaitu dari Rp500 per kantong plastik, Rp200 dikembalikan ke konsumen jika mereka mengembalikan kantong plastiknya.
Sementara Rp300 dikelola untuk pengelolaan sampah plastik dan lingkungan yang akan diawasi oleh pemerintah daerah.Opsi kedua yaitu, kantong plastik dijual sebagai barang dagangan tapi diinginkan sebagian uang hasil dagangan tersebut dikembalikan untuk pengelolaan lingkungan."Ada masukan juga dari Kementerian Perdagangan apakah nanti harga kantong plastik ini sama disemua pasar ritel karena ada kelas-kelasnya sendiri seperti supermarket, minimarket dan hypermarket," tambah dia.Harga tersebut, menurut Ujang, masih terus dibahas dan pihaknya menerima masukan sehingga ada kesepakatan antara produsen kantong plastik dan ritel.Lebih lanjut, Ujang mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang pada dasarnya setuju dengan rencana pemberlakuan kebijakan kantong plastik berbayar.
Yuk, Ambil Bagian Selamatkan Bumi dengan Go Green | goodie bag eksklusif
Mengingat dampak kerusakan lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh sampah plastik yang tidak dapat terurai, maka bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, mulai 21 Februari 2016 diberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar untuk mengurangi limbah plastik.Budaya membawa tas sendiri ketika berbelanja sebenarnya sudah terbiasa dilakukan oleh orang tua kita sejak dahulu. Namun, seiring perkembangan zaman, budaya itu semakin ditinggalkan karena dipandang kurang praktis. Padahal banyak produk teknologi modern yang sesungguhnya tidak ramah lingkungan bahkan berdampak pada kerusakan lingkungan.
Sejalan dengan gerakan Go Green sebagai bentuk kepedulian terhadap penyelamatan bumi dari efek global warming, BCA bekerja sama dengan Gramedia memberikan promo reusable bag atau Green Bag gratis untuk pembelanjaan semua produk di toko Gramedia di seluruh Indonesia.Ketentuannya, setiap pembayaran belanja di Gramedia minimal sebesar Rp250 ribu (tidak berlaku kelipatan) dengan menggunakan semua jenis Kartu Kredit BCA dan Flazz, akan mendapatkan satu Green Bag gratis. Promo ini berlaku setiap hari, mulai 22 Juli 2016 sampai 15 Agustus 2016, selama persediaan masih ada.Segera dapatkan koleksi Green Bag unik di Gramedia terdekat sebagai tas belanja alternatif yang ramah lingkungan. Yuk, berbelanja sekaligus dukung gerakan Go Green untuk lingkungan hidup yang lebih baik dan nyaman.
Tahukah Anda, ternyata Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok?Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai 187,2juta ton, setelah Tiongkok sebesar 262,9 juta ton.Sementara, Filipina berada di urutan ketiga dengan jumlah sampah plastik ke laut mencapai 83,4juta ton, disusul Vietnam menghasilkan sampah 55,9 juta ton, dan Sri Lanka sebanyak 14,6 juta ton per tahun.Tak heran, berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah plastik dari 100 toko atau Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja sudah mencapai 10,95 juta lembar atau setara dengan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola.Fakta yang mengejutkan sekaligus membuat miris, bukan? Bagaimana tidak, usai berbelanja, kantong-kantong plastik tersebut sebagian besar langsung dibuang dan hanya sedikit sekali yang benar-benar bisa didaur ulang.
Biak berlakukan kantong plastik berbayar Agustus | goodie bag eksklusif
Kalangan karyawan mengimbau, setiap pembeli barang di supermarket diminta membawa kantong belanja dari rumah agar lebih hemat dan peduli pada lingkungan.Warga Biak diminta peduli lingkungan serta mendukung program membawa kantong belanja sendiri dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik belanja, ujar pekerja supermarket setempat.Sebelumnya, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Biak ZR Mailoa mengakui, pelaksanaan pengenaan kantong plastik belanja berbayar untuk menekan pemakaian kantong plastik dalam mewjudukan Biak hijau, sehat dan biak bersih.
"Untuk pelaksanaan pembyaran plastik belanja berbayar dikelola manajemen supermarket dan pengusaha toko, ya begitu dana terkumpul akan dipakai untuk pengelolaan program lingkungan," ujarnya.Hingga Jumat, limbah sampah plastik pascalebaran di bak penampung sampah di berbagai ruas jalan kota Biak sangat dominan dengan bebagai jenis kantong plastik.
Berbagai toko dan supermarket di Kabupaten Biak Numfor, Papua akan memberlakukan pengenaan kantong plastik berbayar seharga Rp200/plastik untuk mendukung program pengelolaan lingkungan Biak hijau mulai berlaku 1 Agustus 2016.Beberapa pengelola supermarket Biak, Jumat, telah melakukan sosialisasi kepada warga yang berkunjung ke pasar swalayan setempat."Pengenaan plastik belanja berbayar Rp200/kantong untuk Biak go green more fresh dan stay cool," ungkap Lia pekerja Supermarket Biak.

Comments