top of page

Plastik Tak Lagi Gratis, Yuk Biasakan Bawa Kantong Belanja Sendiri

  • Jun 9, 2017
  • 4 min read

Uji coba kantong plastik berbayar sudah mulai diberlakukan | Goodie Bag Murah

Uji coba kantong plastik seharga Rp 200 ini berlaku sejak Minggu (21/2) kemarin hingga 3 bulan ke depan. Sebanyak 100 jaringan ritel yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aperindo) ikut menjalankan uji coba. Aperindo meneken kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup, karena mendukung tujuan pemerintah yang hendak bebas sampah pada tahun 2020. Sedangkan harga Rp 200, imbuh Solihin, bukan bertujuan mencari untung karena harga itu tidak di atas harga produksi.

"Tujuannya supaya konsumen membawa kantong sendiri, seperti masa nenek-nenek kita ke pasar dulu, kan pasti bawa tas, itu tujuan utamanya," tutur Sekjen Aperindo Solihin ketika berbincang dengan detikcom. Sebagian warga memang menganggap harga Rp 200 belum berdampak banyak. Tetapi, yang terpenting adalah kesadaran kita bahwa plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai dan kini sudah waktunya ada perubahan kebiasaan. Kantong belanja kini tersedia dalam berbagai ukuran dan desain yang menarik.

Uji coba kantong plastik berbayar sudah mulai diberlakukan di sejumlah kota di Indonesia. Warga diminta untuk membiasakan diri membawa kantong belanja sendiri, bukan justru terbiasa membayar kantong plastik. Seperti yang disampaikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, membeli kantong plastik bukan suatu perilaku yang keren.

"Saya akan banyak mengimbau program-program (pengurangan kantong plastik). Masyarakat yang keren itu justru tidak membeli kantong plastik, yang keren itu bawa kantong belanja sendiri," ujar Kang Emil saat deklarasi bersama pemberlakuan kantong plastik berbayar secara nasional di Jalan Ir H Juanda, Bandung.

Kantong Plastik Berbayar Jadi Potensi Bisnis Baru | Goodie Bag Murah

“Pendapat saya tentang fenomena ramainya penjualan tas belanja ini, memang sangat baik, karena itu merupakan bentuk partisipasi kepada pemerintah untuk menjaga lingkungan dari sampah plastik,” kata Anjas warga Jakarta melalui pesan singkat, Kamis (25/2).Ia menuturkan, konsumen akan lebih hemat dan praktis apabila menggunakan tas belanja yang ramah lingkungan ini, karena tidak perlu berkali-kali membayar kantong plastik saat berbelanja dan tas belanja tersebut bisa dibawa diatas trolley dengan mudah.“Saya menjual tas belanja ini harganya cukup variatif mulai dari Rp55 ribu untuk satu set berisi empat tas belanja beragam warna,” tuturnya.

Sementara itu, Iip warga Kesambi Kota Cirebon sebagai konsumen atau pembeli tas belanja tersebut mengatakan, di Cirebon memang belum ditetapkan plastik berbayar sepenuhnya, karena sebagian minimarket sudah menerapkan peraturan tersebut, karena itu dirinya berpikir daripada terus menerus membayar kantong plastik saat belanja dan setelah itu dibuang, lebih baik beli tas belanja ramah lingkungan, kendati harga lebih mahal sedikit, namun, dapat digunakan berulang-ulang kali.“Saya beli tas belanja ramah lingkungan di media online dengan sistem pengiriman dari luar kota, sebab di Cirebon belum ada penjualnya langsung. Tujuan saya membeli tas belanja ini sebagai bentuk persiapan menghadapi plastik berbayar yang katanya akan diterapkan sepenuhnya di Cirebon sekitar bulan Juni nanti,” katanya.

Pemerintah dan ritel di 22 kota dan kabupaten sepakat untuk menetapkan harga minimum kantong belanja plastik sebesar Rp 200,00. Dengan begitu, setiap belanja di toko ritel, masyarakat akan dikenakan biaya kantong plastik di luar biaya belanja, meski di Cirebon belum diterapkan sepenuhnya.Mengetahui informasi tersebut sebagian masyarakat keberatan dengan aturan kantong plastik berbayar. Namun, sebagian lainnya justru memanfaatkan momen ini sebagai ajang mencari rezeki.Belakangan ini muncul dan ramai penjual trolly bag (tas belanja) berbagai model dan warna di media sosial seperti Instagram.

Penjual Online Shop mulai berlomba menjajakan dagangan jenis itu.Anjas, salah satu pemilik akun penjual tas belanja online Anjas_Kusumawati mengatakan, dirinya menjual tas belanja yang ramah lingkungan dan bisa dipakai beberapa lama itu karena selain memanfaatkan situasi untuk mengais rezeki, dirinya juga mengatakan hal tersebut sebagai bentuk partisipasi mendukung pemerintah untuk mengurangi jumlah kantong plastik.

KLHK Luncurkan SNI Kriteria Ekolabel | Goodie Bag Murah

Dikatakan Ilyas, jika sampah plastik yang beredar di Indonesia mencapai 5,4 juta ton per tahun. Angka ini dinilai sangat besar, apalagi penggunaan kantong plastik atau yang lebih dikenal kantong kresek penggunaannya hanya dalam waktu singkat dan tidak bisa terurai dalam waktu yang cepat. "Ini masalah besar, karena kantong plastik sulit terurai dan bisa mencemari lingkungan," tukas Ilyas.Menurut Ilyas, sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan guna mengatasi sampah, seperti membawa botol minum sendiri, membawa tas belanja yang dapat digunakan berulang dan membeli produk yang minim sampah.

Melalui peluncuran standar ini, masyarakat dihimbau untuk paham, membedakan tas belanja plastik yang dihasilkan dari bahan organik dan mana yang berasal dari bijih plastik sintetis."Pemahaman akhir dari penggunaan produk ini adalah lingkungan kita. Apakah dapat di daur ulang, apakah dapat terurai dengan sendirinya ataukah perlu penanganan lebih lanjut. Sehingga pengolahan lingkungan juga dapat lebih efektif," kata Ilyas.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan SNI 7188.7:2016 Kriteria Ekolabel - Bagian 7: Kategori Produk Tas Belanja Plastik dan Bioplastik Mudah Terurai sebagai salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs), khususnya tujuan ke 12 yaitu penerapan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan."Kegiatan launching SNI Kriteria Ekolabel Produk Tas Belanja Plastik dan Bioplastik Mudah Terurai merupakan salah satu langkan menuju pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ilyas Asaad, mewakili Sekretaris Jenderal KLHKBambang Hendroyono yang berhalangan hadir, Senin (13/2/2017).

Comments


Goodybag Tangerang
Goodybag.id
Follow "THIS JUST IN"
  • Facebook Basic Black
  • Twitter Basic Black
  • Black Google+ Icon

Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2023 by "This Just In". Proudly created with Wix.com

bottom of page